hudan

Ia Hanyalah Kenangan

wahai kekasihku , janganlah bermuram
menampakkan wajah kusutmu kepada langit yang tak pernah mendengarmu//
usaikan sedihmu, karena tak sedikitpun angin membisikkan suatu nasihat kepadamu

aku memang berjanji untuk mencintaimu, menyayangimu sepertiku menyayangi dunia dan se isinya
namun aku tak pernah berjanji untuk melupakan nama nya

wahai kekasihku;
ia hanyalah nama, dan sebuah kenangan

mengapa kau cemburu??
sepertinya nama itu adalah sebuah musuh kekal bagimu
takkah kau lihat bagaimana kemesraanku kepadamu?
menyayangimu setulus hatiku,
tak usahlah kau cemburu;

wahai kekasihku ;
ia hanyalah tinggal nama, dan ia hanyalah sebuah kenangan
tak usahlah bermuram ;

hatiku sedih melihatmu bersedih;
menangis tatkala melihatmu menangis.

wahai kekasihku maafkan aku..

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: